Selasa, 12 Maret 2013

Opinion on grade encourage student to learn (Minggu 1) "23210895"

Name           Khoirunnissa FH

NPM            23210895

Class            3eb03

 

Do you agree or disagree with the following statement? grades (marks) encourage student to learn. Use the specific reason and exampel to support your opinion.
 

My Answer:
 

I agree that the value is very supportive to learning, Getting a good grade is a dream for all students, feeling happy and proud to be the embodiment of them to describe how much they have struggled to get a satisfactory result. Basicly, the value is something that is valuable, quality, show quality, and useful for everyone.

Getting a good grade must be done with an honest, because a good grade of the results of our hard work by studying hard will give excellent results different from the results if we getting a good grade by doing the cheating

I included one student who was very happy if getting a good grade, because a good grade encouragement will make me to continue to learn and trying maintain the value that I can and make me more focused to reach my goal.

A good grade will be can with encouragement from the people around me, without exception my parents, my brothers. The good environment will form a high spirit of learning. I learned not only in school, I also learned at home and the results that I would get not only the value of but also a knowledge

Parents will be very proud if their child getting a good grade as a child makes parents happy is the most glorious. not least a child will study hard to getting a good grade for their parents happy and even parents will provide what want their child if their child getting a good grade. do not deny that a good grade makes the students a passion for learning.

Now I have learned at university within the college the value of which I can be in the  GPA results spur me to continue to learn because in the world of work GPA of a benchmark within the company to made a our employees in companies that they lead

Selasa, 08 Januari 2013

Tugas Bahasa Indonesia Ke-3 Proposal Penelitian Keterampilan Berbahasa (23210895)

Latar Belakang 
Tidak dapat di pungkiri, bahwa penerapan bahasa indonesia yang baik merupakan hal terbaik dalam tata cara berkomunikasi  di abad ini selain penggunaan bahasa inggris. Globalisasi komunikasi memaksa  setiap  insan baik individu ataupun kelompok,  untuk  memperhitungkan tata cara komunikasi  yang akan diterapkan supaya tetap kompetitif di era globalisasi.
Memiliki keterampilan berbahasa indonesia yang baik menjadi nilai plus bagi seseorang dalam berkomunikasi dengan masyarakat luas. Mungkin semua itu akan menjadi hal sangat istimewa untuk saat ini terlebih penggunaan bahasa indonesia yang baik sudah hampir jarang kita temui di kalangan para penerus bangsa , persaingan bahasa indonesia dengan bahasa gaul, bahasa inggris dan bahasa daerah membuat penggunaan bahasa indonesia yang baik di pandang menjadi hal yang cukup menyulitkan di era globalisasi ini.
Di samping persaingan penggunaan bahasa, lemahnya berbagai pihak yang seharusnya memberikan dukungan terhadap penerus bangsa dalam penggunaan bahasa indonesia yang baik justru terlihat santai dalam menanggapi hal cukup memprihatinkan ini. Jika pengawasan tidak dilakukan secara insentif lambat laun bahasa indonesia akan tergeser penggunannya dengan bahasa gaul, ataupun bahasa inggris yang lebih banyak minati oleh para penerus bangsa.
Dalam berkomunikasi kita menggunakan keterampilan berbahasa yang telah kita miliki, seberapa pun tingkat atau kualitas keterampilan itu. Ada yang memiliki keterampilan berbahasa secara optimal sehingga setiap tujuan komunikasinya mudah tercapai. Namun, ada pula orang yang sangat lemah tingkat keterampilan berbahasanya sehingga bukan tujuan komunikasinya yang tercapai malahan yang terjadi adalah salah pengertian yang mengakibatkan suasana komunikasi menjadi tidak menyenangkan.
Untuk terampil dalam berkomunikasi sudah pasti kita harus mengetahui, mempelajari, dan berlatih dengan tekun mengenai aspek-aspek keterampilan berbahasa melalui proses pembelajaran yang baik dan benar agar kita dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan kita kepada orang lain sesuai dengan tujuan.
Untuk kali ini penulis telah melakukan penelitian yang ditunjukan bagi para penerus bangsa  untuk mengetahui seberapa optimal pentingnya menggunakan keterampilan berbahasa dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
 

Rabu, 12 Desember 2012

Sukuk (Obligasi Syariah) 23210895


SUKUK
  

Sejarah obligasi syariah
            Secara terminoogi sukuk adalah sebuah kertas atau catatan yang padanya terdapat perintah dari seorang untuk membayar uang dengan jumlah tertentu pada orang lain yang namanya tertera pada kertas tersebut. Kata sukuk berasal dari bhasa persia yaitu jak, lalu masuk dalam bahasa arab dengan nama shak. Goiten menyebutkan bahwa shak adalah asalkata dari kata chek yang terdapat dalam bahasa inggris dimana ia pada dasarnya  adalah surat hutang. Kemudian surat hutang  model ini bekembang di eropa. Sukuk sudah pakai sebagai salah satu alat pembayaran sejak awal islam dimana jatah (santunan negara) atau gaji para pegawai negara kadangkala dibayar dengan memakai kertas tersebut. Dalam sejarah disebutkan bahwa khalifah Umar Ibn al- Khatab adalah khalifah pertama yang membuat shak dengan membubuhkan setempel dibawah kertas shak tersebut.
            Dalam perkembangannya, the Islamic Jurispudence Council (IJC) kemudian mengeluarkan fatwa yang mendukung berkembangnya sukuk. Hal tersebut mendorong Otoritas Moneter Bahrain (BMA – Bahrain Monetary Agency) untuk meluncurkan salam sukuk berjangka waktu 91 hari dengan nilai 25 juta dolar AS pada tahun 2001. Kemudian Malaysia pada tahun yang sama meluncurkan global corporate Sukuk di pasar keuangan Islam internasional. Inilah sukuk global yang pertama kalimuncul di pasar internasional.

Senin, 05 November 2012

PELAJAR OH.... PELAJAR (BAGIAN 3)

PELAJAR OH.... PELAJAR
(BAGIAN 3)
(ARGUMENTASI DAN DESKRIPSI)

Sekarang kita bicarakan mengenai Mahasiswa yang juga seorang pelajar tertinggi yang bisa dibilang pelajar yang telah memiliki sebuah gelar “Maha”.  Saya mendapatkan sebuah tulisan blog yang cukup menarik yang membahas mengenai mahasiswa  Indonesia dulu dan sekarang.

            Mahasiswa tempo dulu walau mereka aktif dalam dunia pergerakan mahasiswa, dalam perkuliahan mereka benar-benar mendapatkan ilmu sesuai bidangnya. Namun, ilmu yang dipelajari tersebut bukan hanya ditujukan untuk mendapat nilai dan IPK besar. Sangat hebat dan kuat kondisi mahasiswa ‘tempoe doeloe’. Tidak cukup hanya dengan kuliah dan aktif dalam pergerakan. Mereka juga rela kuliah sambil kerja kasar untuk membiayai kuliahnya, demi kelangsungan hidup mereka dan keluarganya. Perjuangan gigih yang mereka lakukan justru tidak sekedar mencetak otak yang cerdas untuk masalah akademik. Tapi juga cerdas dalam mengarungi kehidupan. Mereka bersentuhan langsung dengan realita yang penuh warna.
 
BANDINGKAN  MAHASISWA TEMPO DAHULU DENGAN  MAHASISWA SAAT INI ...

Minggu, 04 November 2012

PELAJAR OH.... PELAJAR (BAGIAN 2)

PELAJAR OH.... PELAJAR
(BAGIAN 2)
(DESKRIPSI)
Seperti tidak ada habisnya jika kita membicarakan tentang pelajar, saya cukup beruntung bisa merasakan suka dukanya sebagai seorang pelajar. Pelajar dimulai dari kita belajar atau menutut ilmu dibangku sekolah dasar tetapi saat ini menuntut ilmu sudah dapat dimulai dari pendidikan playgroup hingga di bangku kuliah.
Tidak sedikit anak yang seberuntung kita yang dapat mengenyam pendidikan hingga duduk dibangku kuliah , bahkan didaerah –daerah bisa mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP merupakan hal cukup membanggakan. Sungguh ironis pendidikan negeri ini, banyak anak pelajar yang beruntung bisa merasakan indahnya belajar dengan tenang tanpa harus memikirkan biaya tetapi mereka menyia-nyiakan dengan bermain-main. Padahal diluar jauh dimana kita tinggal banyak anak yang berharap dapat sekolah hingga tingkat kuliah.

PELAJAR OH.... PELAJAR ( BAGIAN 1)


PELAJAR OH.... PELAJAR
(BAGIAN 1)

Akhir-akhir ini tawuran pelajar seperti sedang naik daun. Perkelahian tidak hanya terjasi  dikalangan pelajar SMA tetapi pelajar di tingkat SMP pun juga sudah sering terlibat perkelahian antar sekolah.

Perkelahian antar pelajar dari hari ke hari semakin mengkhawatirkan karena berakibatkan hilangnya nyawa dan kadang saling ejeklah yang menjadi awal dari perkelahian antar pelajar, seperti tak masuk diakal karena para pelajar adalah manusia yang terdidik, namun karena saling ejek emosi langsung langsung tersulut yang mengakibatkan perkelahian massal yang berujung hilangnya nyawa. Seperti yang terjadi pada kasus beberapa minggu lalu yang menimpa seorang pelajar SMAN 6 dan SMAN 70.