Minggu, 09 Oktober 2011

Tantangan Demografis Manajemen SDM


“ Tantangan Demografis “

            Globalisasi memberikan implikasi terbukanya peluang bagi para manajemen dalam berbagai bidang untuk memberikan solusi alternative kepada pengguna untuk memperoleh kualitas layanan unggul. Hal ini memberikan tantangan bagi suatu organisasi perusahaan untuk menghasilkan kualitas layanan prima.

          Organisasi dengan subsistem manusianya merupakan kesatuan system yang bertujuan mencapai berbagai sasaran yang telah ditetapkan organisasi. Pendekatan untuk meningkatkan daya saing melalui peningkatan produktivitas personel dalam era kompetisi yang semakin meningkat telah menjadi salah satu upaya kunci keberhasilan organisasi. Kenyataan telah menunjukkan semakin banyak organisasi yang bergantung pada para karyawan yang inovatif,kreatif, dan terampil.

          Sementara lingkungan bisnis yang telah berubah menuntut adanya pandangan jauh ke depan searah jalannya organisasi agar tetap stabil dan sigap mengatasi perubahan-perubahan. Dengan demikian, organisasi perlu memiliki pemimpin yang visioner yang mampu melihat ke depan, memprediksi perubahan yang akan terjadi, melakukan penyesuaian dalam organisasi, dan menjembatani tuntutan bisnis sekaligus menjadi ktalisator pengembangan SDM. Pusat pengembangan potensi SDM mengambil peran untuk memetakan profil kompetensi SDM yang dimiliki organisasi saat ini berdasarkan criteria- criteria yang dibutuhkan untuk masa datang.

          Organisasi harus mencari jalan untuk mengurangi hambatan-hambatan. Pertama, organisasi harus belajar keanekaragaman dari budayadan nilai-nilai anggotanya.Keedua, organisasi harus mengembangkan budaya organiasasi sendiri melalui komunikasi yang baik dengan anggotanya. Untuk mendukung usaha mengembangkan budaya organisasi, harus ada perubahan pada kebijakan SDM.
          Faktor lingkungan atau keadaan yang bersumber dari luar organisasi yang dapat menghambat usaha peningkatan fungsi SDM yang mendukung tercapainya tujuan organisasi.
Faktor tersebut adalah angkatan kerja, peraturan/hukum perundang-undangan, persaingan, konsumen, serta perubahan teknologi, ekonomi, dan masyarakat. Dalam kesempatan kali ini kami akan membahas faktor lingkungan luar Demografis
          Demografi tenaga kerja menggambarkan komposisi berikut :
  •  tingkat pendidikan,
  •  usia,
  • suku,
  •  jenis kelamin,
  •  persentase populasi yang berpartsipasi dalam tenaga kerja,
  •  dan karakteristik lainnya.

          Perubahan dalam demografi tenaga kerja biasanya diketahui lebih dahulu, terjadi secara perlahan, dan diikuti dengan baik. Misalnya peningkatan tingkat pendidikan penduduk adalah kecenderungan yang bergerak perlahan. Beberapa perusahaan seperti General Motor menganggap demografi begitu penting sehingga mereka mempekerjakan demografer mereka sendiri. Meski pun bergerak perlahan, kecenderungan ini dapat berpengaruh penting pada aktivitas sumber daya lama.

          Selama tahun 1970-an misalnya, perkembangan tenaga kerja di Amerika berasal dari wanita yang mencari kerja. Mayoritas perkembangan tenaga kerja secara historis berasal dari pria. Nilai dan hokum yang berubahan telah menyebabkan tingkat partisipasi yang lebih besar oleh wanita dalam pasar kerja. Nilai budaya lama bahwa “ Pria bekerja dan wanita menunggu di rumah’ telah mengalami modifikasi radikal.

          Perubahan demografi tenaga kerja dan tahap umur pekerja Selain isu seperti kemelesetan ekonomi,isu perubahan demografi tenaga kerja dan tahap umur pekerja juga perlu diberi perhatian. Demografi boleh di artikan sebagai kajian ilmiah tentang kependudukan terutamanya yang berkaitan dengan jumlah penduduk, struktur serta perkembangannya . Perubahan demografi pula boleh di artikan sebagai perubahan dari segi umur, agama serta etnik. 


Masalah dan Solusi Demografis
Translate from: Indonesian
          Type text or a website address or translate a document.

Malay to Indonesian translation

Jika kita amati dengan teliti, perubahan ini jelas disebabkan oleh keterlibatan kaum wanita dalam pasar tenaga kerja. Hal ini dapat kita lihat melalui penelitian yang telah dilakukan di Malaysia yang membuktikan bahwa keterlibatan kaum wanita dalam sektor ekonomi.
          Dalam bidang ekonomi, adalah bidang yang sudah ditelusuri oleh kaum wanita dan di mana kaum pria agak bersikap liberal dalam membuka pintu kepada kemasukan dan partisipasi wanita.Pada masa dahulu peran dan fungsi kaum wanita dalam bidang ini sangat terbatas. Jumlah wanita yang bekerja dalam layanan pemerintah maupun swasta semakin bertambah, begitu juga pembagian pendapatan. Meski pun jumlah pekerja wanita banyak, hampir seluruhnya termasuk pada tingkat pekerja kurang terampil dan mendapat jumlah gaji yang kecil saja.
          Faktor upah buruh asing yang lebih murah bisa dikatakan sebagai penyebab utama banyak syarikat di Negara Malaysia yang mengambil pekerja asing bekerja di perusahaan mereka.

          Perubahan demografi tenaga kerja yang semakin menular dapat mewujudkan banyak masalah dan tantangan yang berbeda pada manajer sumber manusia. Penelitian yang dilakukan akibat keterlibatan lebih banyak kaum wanita dalam pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa konflik antara karier dan kehidupan berkeluarga merupakan sumber tekanan utama di tempat kerja. Pekerja wanita juga lebih emosional dari karyawan pria yang lebih rasional dalam membuat keputusan. upaya manajer sumber manusia dapat diuji dalam membantu karyawan wanita menangani masalah tekanan kerja akibat konflik ini.

          Selain itu, manajer sumber manusia juga harus lebih peka pada kebutuhan pekerja wanita yang sudah berkeluarga misalnya kebutuhan pusat penjagaan anak, masa kerja yang lebih fleksibel agar karyawan wanita bisa menjenguk anak mereka, lounge yang nyaman dan kemudahan lain yang bisa memberi kenyamanan kepada karyawan wanita. Masalah yang melibatkan kaum wanita seperti diskriminasi gender, pelecehan seksual dan masalah lain yang mungkin membawa dampak negative pada organisasi perlu diberi perhatian khusus oleh pengurus sumber manusia. Manakala untuk isu pekerja asing yang dibawa ke negara asing, manajer sumber manusia perlu peka tentang pekerja asing yang memiliki kehendak dan keperluan yang berbeda-beda.

          Salah satu dari isu yang mungkin timbul adalah masalah perbedaan budaya dan cara hidup.Pekerja asing pastinya akan mengalami masalah dalam usaha untuk beradaptasi dengan suasana dan kondisi tempat kerja tempatan.  Maka manajer sumber manusia harus tahu dan mahir dalam melakukan dan memastikan efek perubahan demografi tenaga kerja tidak mempengaruhi perjalanan sebuah organisasi.

          Pengurus harus efisien untuk menanganinya dengan baik. Perubahan demografi dari segi tingkat umur karyawan yang diambil bekerja juga semakin ketara kini. Kita melihat semakin banyak perusahaan yang lebih berminat merekrut tenaga kerja yang muda dibandingkan yang tua. Pemikiran kaum muda dianggap lebih baik dari pekerja yang sudah berusia dan bisa membawa perubahan ke organisasi. Namun, hal ini juga semestinya akan berpengaruh pada manajer sumber manusia khususnya dalam membentuk dan melatih karyawan muda yang masih belum banyak pengalaman dan masih tidak matang dalam membuat keputusan. Contohnya, perusahaan raksasa P & G yang lebih mengutamakan lulusan universitas dalam proses merekrut pekerja baru. Mereka lebih gemar bakat-bakat baru untuk berusaha berkontribusi kepada organisasi.Yang nyata, pihak perusahaan khususnya manajemen sumber manusia harus menyediakan latihan dan kursus yang khusus untuk memahirkan tenaga kerja yang baru tersebut.

          Berbagai pendekatan harus dilakukan seperti pembelajaran dalam praktis yang mengajarkan karyawan kepada suasana pekerjaan yang sebenarnya untuk memudahkan karyawan baru menyerap apa yang telah diajarkan dan mempraktekkannya dalam suasana yang sebenarnya. Manajer SDM harus meningkatkan motivasi karyawan dengan cara memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka agar mereka lebih bersemangat untuk berkontribusi pada organisasi. Selain itu manajer harus peka pada masalah yang dihadapi oleh karyawan.


Sumber :
http://www.scribd.com/doc/52094818/Perubahan-demografi-tenaga-kerja

Sistem Ketatanegaraan RI

Struktur Ketatanegaraan 

Struktur Kekuasaan
 
Aturan UUD 1945
1.      Indonesia adalah negara berdasarkan atas hukum dan sistem konstitusional, hal ini telah memberikan kepastian hukum dan supermasi hukum dalam penyelenggaraan negara.


2.      Semua anggota Mpr yang terdiri dari DPR dan DPD dipilih rakyat, MPR berwenang untuk mengubah UUD dan memberhentikan Presiden/ wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD.


3.      Presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat, keduanya memegang jabatan selama 5 tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan

4.      Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR dan sebaliknya presiden tidak dapat membubarkan DPR


Kenyataannya

       Dalam Praktiknya, lembaga legislatif cukup menghasilkan undang-undang namun masih banyak UU yang masih dibuat eksekutif. Sementara masih ada aparat penegak hukum yang tidak profesional.

     MPR kini tidak lagi sedominan.sebelum amandemen UUD 1945 tetapi sebelumnya telah ada penolakan pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie (1999) dan pergantian Presiden Abdurrahman Wahod ke Megawati, meski demikian harapan tersebut belum menunjukan perwujudan yang pasti.

     Pada masa lalu, tidak terdapat pembatasan masa jabatan, presiden Soekarno dianggap presiden seumur seumur hidup oleh MPRS , Soeharto menjabat 32 tahun. Susilo Bambang Yudhoyono dipilih langsung oleh rakyat , ini merupakan sejarah baru dalam ketatanegaraan RI. 

Jalannya pemerintahan cenderung lebih stabil karena ridak terjadi krisis kabinet.

Senin, 03 Oktober 2011

Komponen Kas "Tugas Akuntansi Keuangan Menengah 1A "


           Kas merupakan suatu alat pertukaran dan juga digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi kas juga terdiri dari:

1.  Uang Kertas

        Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

        Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :
·                 Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
·                 Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral

2.    Uang Logam

        Uang logam atau kadangkala disebut koin (dari bahasa Inggris coin) adalah logam yang digunakan sebagai alat transaksi ekonomi dan biasanya diterbitkan oleh pemerintah.          
        Biasanya uang logam berbentuk bulat meski hal ini tidak selalu demikian. Sebuah uang logam biasanya memiliki dua sisi: sisi yang menampilkan nilai uang yang diwakili dan sisi sebaliknya yang biasanya berbentuk gambar. Uang logam dari negara-negara kerajaan biasanya menampilkan gambar kepala negara pada sisi terakhir ini.
Uang logam telah memiliki sejarah ribuan tahun meski tidak diketahui dengan pasti dari mana dan kapan uang logam pertama dibuat. Namun dipercaya ada tiga tradisi yang berbeda:
1.    Tiongkok kuna
2.  India kuna
3.  Yunani kuna

3.    Cek yang Belum Di setor

        Cek adalah wakat yang berupa perintah dari nasabah kepada banknya yang di tanda tangani oleh nasabah sebagai penariknya, untuk membayar tanpa syarat sejumlah uang tertentu kepada seseorang atau pihak tertentu atau yang ditunjuk olehnya atau kepada pembawa cek tersebut.
        Cek yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan tetapi belum dicatat oleh bank, atau cek yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Namun dapat juga diartikan sebagai cek yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi bank belum mencatatnya, ataupun cek yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum dicatat oleh perusahaan. 

4.  Simpanan Dalam Bentuk Giro

        Pengertian simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank dalam bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan atau yang dapat dipersamakan dengan itu. simpanan giro merupakan dana yang selalu dimiliki dan dipelihara oleh bank dan merupakan dana murah bagi bank dibandingkan dengan simpanan lainnya, karena bunga yang dibayar kepada pemegangnya relatif lebih murah jika dibandingkan dengan simpanan tabungan dan deposito.

5.   Traveler’s Checks

        Sebuah cek (juga cek, pelancong cek, cek perjalanan atau cek perjalanan) adalah, cetakan tetap cek sejumlah dirancang untuk memungkinkan orang yang menandatangani untuk melakukan pembayaran tanpa syarat kepada orang lain sebagai hasil dari telah membayar penerbit untuk itu hak istimewa.

6.   Cashier’s Checks

        Cek kasir (kasir cek, cek bank, cek resmi, demand draft, cek kasir, bank draft atau cek bendahara) adalah pemeriksaan dijamin oleh bank. Mereka diperlakukan sebagai dana dijamin dan biasanya dibersihkan pada hari berikutnya.
        Ini adalah hak pelanggan untuk meminta "hari berikutnya ketersediaan" ketika menyerahkan cek kasir secara pribadi. Sebagian besar bank tidak jelas mereka langsung. Namun, bank diijinkan untuk mengambil kembali uang dari "membersihkan" cek satu atau dua minggu kemudian jika pengolahan selanjutnya menemukan itu menjadi penipuan. Karena pelanggan percaya bahwa cek telah ditemukan valid dan telah dikonversi menjadi kas di tangan, pelanggan mudah ditipu oleh skema yang meminta mereka untuk berpisah dengan barang atau sebagian dari uang itu jika dibersihkan pada waktu yang tepat.

        Cek kasir fitur nama bank penerbit di lokasi yang menonjol, biasanya sudut kiri atas atau tengah atas cek. Selain itu, mereka umumnya diproduksi dengan fitur keamanan yang ditingkatkan, termasuk watermark, benang pengaman, warna-pergeseran tinta, dan kertas ikatan khusus. Ini dirancang untuk mengurangi kerentanan terhadap barang palsu. Untuk diakui sebagai cek kasir, kata-kata untuk efek yang harus dimasukkan di tempat yang menonjol di bagian depan item.

7.   Bank Draft

        Bank draft adalah perintah tertulis dalam bentuk cek menginstruksikan pembayaran uang dari satu rekening bank ke bank lain. Draft bank ditarik oleh salah satu bank terhadap dana yang telah disimpan dalam rekening di bank kedua. Bank pertama adalah memberikan persetujuan untuk kedua bank untuk melepaskan dana atau melakukan pembayaran kepada individu bernama pada bank draft. Sebuah bank draft biasanya lebih dapat diterima oleh penerima pembayaran dari cek pribadi. Istilah lain untuk konsep bank draft, wesel, urutan pembayaran, rancangan bankir dan instrumen negotiable. Sebuah bank draft mirip dalam bentuk dengan cek bank umum. Seringkali, bank draft yang digunakan untuk mentransfer dana dan untuk menyelesaikan saldo antar bank.

8.    Money Order

        Perintah uang adalah perintah pembayaran untuk jumlah pra-ditentukan uang. Karena itu diperlukan bahwa dana akan prabayar untuk jumlah yang ditampilkan di atasnya, itu adalah metode yang lebih dipercaya pembayaran dari cek pribadi.


Sumber: